Assalamu'alaikum...

Terima kasih telah mengunjungi official website

 

Mutif Corp

 

Inspiring The Beauty of Islam

Saya Tri Astuti Owner dan Founder Mutif Corp, hanya ingin sharing mudah-mudahan jika ada yang lebih beruntung Anda perlu bersyukur, kalau sama berarti kita senasib, kalau ada yang lebih parah berarti Anda calon Miliyader, Amin… Ketika berbagi bisnis yang saya jalani dalam kurun waktu 2003 – 2007 hancur dan meninggalkan hutang setengah milyar, rasanya dunia mau runtuh, karena sebagian beban terberat pinjaman berasal dari bank (kartu kredit & KTA). Modal usaha nekat saja. Tidak ada aset yang bisa dijual, tidak bekerja dan penghasilan usaha tidak jelas, yang jelas hidup serba kekurangan, tapi di saat itu juga beban diperparah oleh tekanan penagih hutang/debt collector. Malu, sengsara, ketakutan, galau campur aduk jadi satu. Tak mau terpuruk dalam penyeselan dan kesengsaraan, saya memutuskan untuk bertanggung jawab menentukan nasib sendiri. Fokus pada solusi bukan pada masalah. Beberapa alternatif yang terpikir:

  • Pinjam lagi ke bank (wah boro-boro nama saya sudah masuk daftar hitam perbankan)
  • Cari kerja (tapi siapa yang mau terima dengan gaji minimal 25 juta perbulan tanpa pengalaman)
  • Nunggu warisan (jangankan warisan, dulu makan susah, sekolah aja sering nunggak)
  • Ke dukun (amit-amit)
  • Jual ginjal (gak segitunya kali)

Akhirnya di saat diri tak berdaya, kembali lagi mendekat kepada Alloh SWT. Yakin Alloh tidak akan menguji di luar batas kemampuan hamba-Nya dan coba evaluasi. Apa nih penyebab utamanya? Oh ternyata pinjaman bank itu hukumnya haram (riba), pantes Alloh gak ridlo walau cita-cita awal saya ingin bermanfaat buat banyak orang. Yang kedua, saya trial and error (coba dan gagal). Bisnis gak pake ilmu. Sok pinter.

Tri Astuti

Tri Astuti

CEO - Founder Mutif Corp.

Bermodal Katalog

7 KEAJAIABAN KATALOG

Gak perlu punya toko

Gak perlu banyak stok

Resiko stok gak laku minimal

Modal terjangkau, untung memukau bagi pemula

Ringan dibawa daripada bawa produk

Jaringan cabang cepat berkembang

Menjangkau banyak kalangan

Sempat berfikir usaha apa yang bisa dilakukan tanpa modal cukup besar. Kalau mesti hutang lagi mending enggak deh. Pertengahan tahun 2007 beberapa kawan dan keluarga menawarkan produk yang ada katalognya. Mulai dari sepatu, pakaian, suplemen makanan, alat kesehatan, elektronik, dll. Yang menarik ternyata dari katalog tanpa harus punya toko atau barang terlebih dahulu, saya bisa mendapatkan order cukup lumayan. Ternyata yang menghasilkan penjualan dan order yang terus berulang adalah dari sebuah katalog produk pakaian dan asyiknya gak perlu pengetahuan produk yang hebat seperti yang lain. Kali ini perlu berhasil, saya pikir. Akhirnya, saya fokus satu produk dan coba ditawarkan kepada beberapa teman, kala itu cuma ambil 1 katalog + 1 sampel untuk mengetahui kualitas bahan sekitar 75 ribu rupiah. Kalau gak laku saya pikir sampel ini bisa digunakan sendiri. Ternyata responnya luar biasa, dari satu katalog menghasilkan 5 hingga 10 pesanan secara langsung perhari. Karena saya masih punya bayi, saya lebih banyak menawarkan pada orang terdekat dan online, uploud gambar via blog. Betapa semangatnya hari itu, terbayang untung ratusan ribu di awal memulai. Memiliki katalog ibarat mewakili display/pajangan barang satu toko. Apalagi zaman sekarang makin mudah, ada facebook, blog, web, BB, WA yang menjangkau lebih luas membuat katalog online menjadi gratis.

Ternyata saya bisa sukses jualan tanpa mesti punya produk sendiri