Mari kita temukan NIAT BISNIS

Segala sesuatunya berawal dari niat. Bahkan bahasan hadits paling awal mengulas masalah niat. Semua orang berbisnis pasti punya niat/motivasi, dan niat ini pula yang berpengaruh terhadap kualitas kerja dan hasil akhirnya.

Kok bisa?

Karena 95 % kerumitan bisnis justru pada saat memulai. Anda belum punya pelanggan yang menjamin pemasukan rutin, reputasi belum ada, modal terbatas, dan keterampilan dalam menjual masih sedikit. Bila tidak punya tujuan yang kuat maka Anda akan frustasi, apalagi jika jumlah pengeluaran masih lebih besar daripada yang Anda dapat.. Jika Anda tidak punya alasan yang jelas maka Anda tidak punya mental yang kuat dan memutuskan mundur.

Ya, Kebanyakan orang ingin sukses hanya meniru sukses dari apa yang tampak dari orang sukses, misalnya sikap dan strategi yang mereka lakukan. Semua orang tahu kalau mau sukses perlu prilaku/ sikap disiplin, tahan banting, rajin, gigih, ulet dan positif, selain itu diperlukan strategi/ilmu. Tapi berapa banyak yang mau melakukannya? Dan berapa banyak yang ingin melakukannya dengan istiqomah sampai menghantarkannya menjadi orang sukses menurut definisinya? Banyak orang yang tahu tapi tak mau melakukannya apalagi berkomitmen.

Semua tergantung niatnya, dan ini memang tidak tampak.

Sebagian besar orang hampir melupakan apa yang tidak tampak padahal hal tersebut memiliki peran yang sangat besar bahkan factor keberhasilannya sangat besar dan ditentukan dari yang tak tampak ini. Kami biasa menjelaskan dalam bentuk fenomena gunung es. Ada hal yang tampak dan tak tampak dibawahnya.

Cari niat sesungguhnya (Part 1)

Niat adalah hasrat yang begitu kuat dan dalam untuk melakukan sesuatu dengan alasan yang kuat.

Seberapa hebat perjuangan seseorang dalam melakukan sesuatu di tentukan dari niatnya.
Salah niat bisa menyebabkan salah nasib. Serius nih..itulah yang pernah kami alami.

Ada dua macam niat/tujuan yaitu :

1. Hipnotic goals

Kebanyakan kita terjebak pada hypnotic goals, yaitu yang setiap hari dibicarakan banyak orang. Batasannya dunia alias impian. Memang dunia itu fana.

Cirinya: tidak pernah tercapai seluruhnya, kalau tercapai senangnya sebentar, kalau hilang senangnya pasti dinaikkan lagi goalsnya. Misalnya yang dulu gak punya motor akan senan g mendapat motor , tapi lama-lama hilang juga kebahagiaannya karena membayangkan rasanya enak memiliki mobil walaupun bekas, lalu setelah punya mobil bekas senangnya juga sebentar dan akhirnya meningkat lagi keinginannya untuk mobil yang lebih baru, lebih mahal atau versi terbaru. Pingin punya rumah sebesar istana, harta yang tak habis dibagi tujuh turunan dan seterusnya. Pada saat semua hartanya, anaknya atau pasangannya meninggalkannya dengan tenang, ternyata meninggalkan pemiliknya dalam keadaan tidak tenang. Akhirnya stress bahkan depresi atau bunuh diri berusaha menyusulnya.

Yang lebih mengerikan lagi adalah segala cara baik halal maupun haram bisa ditempuh untuk memperolehnya. Coba sahabat renungkan? Apakah niat yang selama ini dibuat memberi kebahagiaan sejati, ketenangan dan kenikmatan?

2. Niat sejati inilah yang kita cari atau bahasa kerennya purpose of life/ tujuan hidup.

Sesuatu yang perlu diketahui dan dimiliki oleh hamba2 Allah.
Hidup harus tahu untuk apa dan akhirnya kemana? Apa yang Allah kehendaki dan membuatNya ridho?
Akhirnya Niat juga menjadi sebuah alasan yang amat fundamental kenapa bisnis kita dibuat?

Bukan perkara apa yang dijual, atau untung yang didapat.. tapi perkaranya adalah nilai-nilai apa yang dipegang teguh? untuk apa kita ada sehingga selain sukses juga tetap bernilai di hadapan Allah SWT? Nilai-nilai inilah akan dibela , yang akhirnya akan membentuk kebiasaan/karakter seseorang.

Visi seorang muslim jauh ke akhirat..bekerja atau berbisnis urusannya bukan sekedar untung atau rugi tapi apakah aktivitas ini menghantar pada surga atau neraka. Panjangnya hidup dan banyaknya harta tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas amal dan karya seseorang.

Visi bisnis Mutif untuk menebarkan nilai-nilai kebaikan ke seluruh dunia melalui fashion sebagai kendaraannya.
Kaos “Mutif” ingin bermanfaat menjadi produk yang mampu menarik semakin banyak para muslimah mau memakai busana sesuai syariat, tampil makin percaya diri, cantik,nyaman, tetap syarie dengan busana berkualitas dalam keseharian. Dan menjadikan bisnis ini menjadi keran rezeki sekaligus dakwah bagi banyak orang yang terlibat didalamnya baik produksi maupun distribusinya. Bisnis menjadi sarana kekuatan untuk memaksa setiap orang yang terlibat didalamnya untuk menegakkan perintah Allah, sebelum akhirnya timbul kesadaran pribadi. Jika banyak perusahaan non muslim memaksa wanita muslim tampil tidak syarie dengan kekuatan ekonomi bahkan sampai menggadaikan keimanannya, mengapa perusahaan muslim tidak bisa melakukan hal yang sama kepada tim dan karyawannya. Sebagian keuntungan yang diperoleh juga didedikasikan untuk perjuangan membangun ekonomi umat dan generasi terbaik. Secara fisik industri yang didirikan adalah fashion tetapi secara ruh yang kami bangun adalah pabrik kebaikan.

Walaupun didalam prosesnya penuh tetesan keringat dan airmata tapi itulah perjuangan dakwah, menegakkan syariat ,membangun agama Allah.

Seseorang yang sudah menemukan purpose bisnisnya pasti sudah menemukan purpose dirinya, tidak mungkin tidak. Karena kalau kita mengutak-atik bisnis, tapi kita gak kenal diri sendiri, maka bisnis gak akan kemana-mana. Bahkan yang berbahaya kita hanya menjadi alat mewujudkan tujuan orang lain yang tidak seiman.

Apa sih perlunya kita mencari purpose of life atau niat/tujuan sejati? Wah…rugi banget kalo sampe gak tahu.

1. Niat menggerakkan semua hal dalam diri kita.

Banyak hal-hal yang kita harus putuskan setiap hari bahkan setiap waktu. Ketika bisnis memiliki tujuan yang jelas maka kita mudah melakukan/ memutuskan sesuatu dengan cepat bahkan untuk hal-hal yang sulit sekalipun dimata orang lain. Memutuskan berdasarkan nilai-nilai yang kita yakini dan akhirnya inilah yang membentuk karakter.

Bisnis bukan sekedar cara membangun kekayaan, tapi cara pembuktian keimanan di setiap keputusan yang diambil dan bagaimana menggunakan kekayaan tersebut. Tak ada artinya berlari jika salah arah.

Allah benar-benar menunggu kesungguhan hambaNya, menunggu ikrar seorang hamba dihadapanNya, sehingga sungguh-sungguh berucap, sungguh-sungguh yakin, sungguh-sungguh berpikir dan sungguh-sungguh bertindak.

My purpose of life
Saya hidup untuk menjadi Hamba kesayangan Allah yang bersungguh-sungguh dalam membangun AgamaNya dengan cara memberikan inspirasi melalui iman, kebaikan, prestasi dan memberikan harta dan jiwa di JalanNya

Contoh keputusan dalam keseharian :

  • Menolak dengan cepat kerjasama bisnis yang berkaitan dengan riba atau spekulasi. Syariah bukan sekedar menjadi pertimbangan tapi kewajiban.
  • Sedekah dilakukan sama ringannya baik saat lapang maupun sempit.
  • Meninggalkan segera hal-hal yang tidak bermanfaat, mampu menahan amarah dan memaafkan walau kita mampu melakukannya.
  • Lebih mementingkan ukhuwah islamiyah dibanding keuntungan besar jangka pendek.
  • Ketika datang perintah berjuang, para sahabat rasul segera meninggalkan anak, keluarga dan perdagangan yang dicintainya.

2. Niat mengeluarkan potensi terbesar seorang manusia.

Seberapa hebat perjuangan yang kita lakukan berbanding lurus dengan keyakinan kita terhadap janji-janji Allah. Contoh adalah sahabat2 Rasul Mereka memiliki keyakinan yang sangat tinggi dan berkarakter hebat maka ketika pasukan muslim berperang, mereka bisa mengalahkan pasukan lain yang jumlahnya jauh lebih besar.

Seperti khalid bin walid ketika bertemu orang persia, beliau berseru:

  • Menyerah dan masuklah menjadi islam maka kamu memiliki hak seperti saya memiliki hak, dan kamu memiliki kewajiban sebagaimana kami memiliki kewajiban.
  • kalau tidak kamu boleh memeluk agamamu dan membayar jizyah kepada kami, karena saya berkuasa.
  • kalau tidak maka aku datangkan pada kamu pasukan yang mencintai kematian sebagaimana kamu mencintai dunia

Energinya tidak terbendung samasekali. Pilihan mereka hidup penuh kemuliaan atau mati syahid dijalan Allah.

3. Niat mempermudah kita memaknai kehidupan dan pekerjaan yang kita lakukan.

Bandingkan jika sikap kita yang pertama sekedar berjualan /mengambil/menghantar pesanan waktu siang-siang,panas dan jauh, padahal untung gak seberapa.

Dan sikap yang kedua,
Setiap helai yang dihantarkan ke pelanggan, kita jadikan bagian dzikir kita kepada Allah untuk memberikan hadiah terbaik untuk setiap sahabat muslimah.

Kalau perlu berkomunikasi dengan produk kita , kenapa tidak dilakukan? Seperti: “ Wahai pakaian! Tolong bantu sahabatku untuk tampil cantik dan mulia di hadapan Allah dan selalu memuji AsmaNya! Tolong jadikan setiap amal sholeh yang mereka lakukan, menjadi amal yang mengalir bagiku juga untuk mencapai ridho Allah. Membuat takjub orang lain yang melihat cara muslimah berpakaian akan keindahan ajaran islam”. (sambil mengusap pakaiannya). Sambil membayangkan pakaian2 yang kita hantarkan ini dipakai sholat, ngaji , umroh/haji, bersedekah dan amal baik lainnya oleh para pemakainya.

Kira-kira mana yang jauh lebih membahagiakan? mana yang membuat Anda jauh lebih bersemangat?

4. Yang tidak mungkin menjadi mungkin ( Nothing impossible)

Setiap muslim memiliki keyakinan bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Mudah bagi Allah untuk menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup. Memberikan rizki kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Segala keinginan , permasalahan dan cobaan dalam diri kita dibandingkan ke MahaHebatan Allah …Owh sungguh tidak ada apa-apanya, maka hanya berharaplah kepada Allah.

5. Niat sejati membuat kita zuhud atau anti goncangan/gak takut ama masalah.

Satu2nya yang ditakuti adalah kalau Allah itu murka pada . kita gak akan frustasi berlebihan jika goal tidak tercapai atau jika Allah mengambil semua yang sudah diraih. Karena visinya bukan hanya dunia. Semua yang telah diraih hanya alat saja untuk mencapai tujuan sejati. Dunia kita letakkan di genggaman tapi bukan dihati. Mereka adalah orang yang selalu berbahagia dalam keadaan apapun.

6. Niat sejati menjadi daya tarik berkumpulnya orang2 hebat yang punya visi sama.

Ketika kami memiliki punya tujuan besar, entah kenapa Allah mengirimkan atau menunjukkan kepada kami orang2 hebat yang membantu di dalam maupun di luar tim.

Ustad Sayyid Qutb berkata: “Ketika kita hidup untuk kepentingan pribadi, hidup ini tampak sangat pendek dan kerdil. Ia bermula saat kita mengerti dan berakhir bersama berakhirnya usia kita yang terbatas. Tapi, apabila kita hidup untuk orang lain, yakni hidup untuk (memperjuangkan) sebuah fikrah, maka kehidupan ini terasa panjang dan memiliki makna yang dalam. Ia bermula bersama mulanya kehidupan manusia dan membentang beberapa masa setelah kita berpisah dengan permukaan bumi.”