Pikirkanlah cara saya berpikir

Lihatlah gambar apa ini?

MEMPERSIAPKAN PIKIRAN 2

Tentu Anda sepakat ini gambar wanita tua ya?!

Kemudian lihat kembali gambar kedua.
MEMPERSIAPKAN PIKIRAN 1

gambar siapa ini??

Jawabannya masih sama, wanita tua…tapi sebentar ada yang bilang ini gambar wanita muda, padahal Anda masih begitu yakinnya ini gambar wanita tua. Mereka melihat dari sudut pandang dan pengalaman yang berbeda dari Anda. Untuk memahami sudut pandang mereka, yuk bisa dilihat di gambar ketiga berikut ini.

MEMPERSIAPKAN PIKIRAN 3

Ternyata setelah diamati, sudut pandang mereka bagi Anda, mereka ada benarnya juga, itu gambar wanita muda. Anda mulai menerima. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang paling benar. Sudut pandang Anda menjadi lebih baik dan lengkap.

Ilustrasi lain seperti 6 orang buta memegang gajah di posisi yang berbeda. Ada yang pegang ekor, belalai, kuping, kaki , kepala, badannya. Ketika diminta menjelaskan bentuk gajah tentunya mereka memberikan penjelasan yang berbeda-beda.

Jika Anda menghabiskan seluruh waktu Anda mendengarkan orang-orang yang setuju dengan Anda, Anda akan lebih cenderung untuk hanya memperkuat apa yang Anda pikir Anda sudah tahu. Namun, mendengarkan seseorang yang tidak setuju dapat memberikan informasi baru dan memicu perspektif baru. Sekarang tampaknya cukup jelas ya maksud nya kan.

Fakta yang sederhana : Bagaimana Anda berpikir, apa yang benar-benar anda ketahui dan apa yang anda yakini benar bagaimana Anda menjalankan usaha itulah yang membuat anda berada ditempat yang sekarang.

Baik dan buruk atau sepenting apa posisi Anda, kalau Anda ingin mendapatkan hasil seperti yang kami peroleh untuk bisnis kami dan untuk bisnis klien-klien kami yang sedang berlatih, maka anda sebaiknya mempelajari cara berpikir yang baru, sebelum anda mempelajari cara berbisnis yang baru.

Sejatinya orang yang merasa dirinya tahu segalanya adalah orang yang bodoh.

Artinya pengalaman / sudut pandang Anda berbisnis perlu ditingkatkan dengan belajar pada siapa saja, baca buku apa saja, menghadiri majlis ilmu, seminar, workshop, bertanya kepada yang lebih ahli, itulah belajar.

Belajarlah dengan ikhlas, dengan fikiran terbuka, ulangi baca buku, ulangi ikut workshop atau seminar, pengajian dan majlis ilmu lain. Karena ada saja yang selalu baru ketika kita mengulang.

Repetition is the mother of learning.

Bayangkanlah apa jadinya kalau kita tidak mau belajar memperluas sudut pandang. Bukan nasibnya yang gitu-gitu aja tapi karena tahu ilmunya itu-itu saja.

Yuk kita terus baca lagi.. 🙂