Dalam kelas-kelas bisnis, saya mengajukan pertanyaan kepada para peserta, ”kapan terakhir kali Anda membaca buku?” Dan dirumah ada berapa banyak buku tentang penjualan yang Anda miliki?

Ironisnya dari 100% hanya di bawah 5% yang punya kebiasaan membaca buku dan memiliki koleksi buku tentang penjualan. Itu berarti kalau ada 100 orang hanya dibawah 5 orang yang mau meluangkan waktu untuk belajar, baik itu membaca maupun mendengarkan CD. Jika ditanya apa alasannya? Ada saja beribu macam alasan yang membuat para tenaga penjual tidak mau melakukan kegiatan yang satu ini.

Hal ini mengingatkan saya pada sebuah kisah. Adalah seorang penebang pohon yang sangat bersemangat dalam bekerja. Hasil yang didapat dari menebang pohon membuat ia hidup berkecukupan, tetapi karena sibuknya bekerja melupakan atau boleh juga dibilang selalu melalaikan waktu untuk mengasah kapak yang digunakannya. Di bulan-bulan awal ia tidak memiliki masalah, tetapi memasuki bulan kedelapan bekerja ia merasa pekerjaannya semakin lama semakin berat dan menguras banyak energy. Sang penebang pohon ini tidak menyadari bahwa ini terjadi karena kapak yang digunakannya semakin lama semakin tumpul.

Bukankah itu juga yang akan terjadi bila Anda selalu sibuk bekerja, tetapi malas dan tidak mau meluangkan waktu untuk mengasah diri dengan belajar dan belajar lagi.

Mungkin hari ini Anda bisa menjual dengan sukses karena kapak Anda masih tajam, tetapi tinggal menunggu waktu kapak Anda akan menjadi tumpul. Saat itu penjualan Anda akan makin menurun dan terus menurun.

Rekan-rekan, marilah bersama kita mengubah persepsi yang melekat bahwa tenaga penjual adalah orang yang mau belajar, beda dengan profesi dokter, insinyur, dan akunting yang terus mau belajar. Mari kita tunjukkan bahwa kita juga bisa dan mau untuk belajar dan mengasah diri.